Di antara semua varietas teh Jepang, hojicha mungkin adalah yang paling ramah untuk pemula sekaligus paling dihargai oleh peminum teh berpengalaman. Karakternya tidak seperti teh hijau pada umumnya — tidak pahit, tidak grassy, tapi kaya dengan nuansa karamel dan sedikit smoky.
Apa yang Membuat Hojicha Berbeda?
Hojicha dibuat dari daun teh hijau — biasanya bancha atau kukicha — yang dipanggang pada suhu tinggi menggunakan porcelain pot. Proses pemanggangan ini mengubah klorofil menjadi senyawa cokelat kemerahan dan menciptakan reaksi Maillard yang menghasilkan aroma dan rasa panggang yang khas. Warna seduhannya pun berubah dari hijau cerah menjadi cokelat keemasan.
Kafein yang Lebih Rendah
Pemanggangan juga memecah sebagian besar kandungan kafein dalam daun teh. Hasilnya adalah minuman dengan kafein yang sangat rendah — sekitar sepertiga dari green tea biasa — menjadikannya aman untuk diminum sore hingga malam hari tanpa khawatir mengganggu tidur.
Cara Menikmatinya
Hojicha bisa dinikmati sebagai teh seduh biasa, dicampur dengan susu (hojicha latte), atau bahkan dalam bentuk dingin di hari panas. Di Ruang Seduh, kami menyajikannya sebagai Hojicha Latte dengan susu full cream hangat — perpaduan yang menghasilkan rasa karamel ringan dan aroma smoky yang nyaman untuk menemani sore yang panjang.